Bappeda Kukar Gelar Rapat Evaluasi Program RBPK
Rapat evaluasi Rumah Besar Penanggulangan Kemiskinan
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar menggelar rapat evaluasi
pengusulan kolaborasi program penanggulangan kemiskinan yang terdapat dalam
aplikasi Rumah Besar Penanggulangan Kemiskinan (RBPK) Kukar 2023, di ruang
rapat lantai 1 Bappeda Kukar, Selasa (7/2/2023).
Rapat evaluasi tersebut dipimpin oleh
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar H Sunggono, dan didampingi oleh Kepala
Bappeda Vanessa Vilna, Kepala DLHK Alfian Noor, dan dihadiri beberapa OPD
Kukar, serta perwakilan perusahaan yang beroperasi di Kukar.
H Sunggono mengatakan, rapat evaluasi ini
merupakan tindaklanjut dari rakor pelaksanaan rumah besar penanggulangan
kemiskinan (RBPK) yang dilaksanakan pada bulan lalu. Tentunya rapat ini juga
sebagai bahan evaluasi dengan pihak perusahaan yang ingin berkolaborasi, dalam
program RBPK.
"Sebagaimana tadi sudah kita dengarkan
bahwa mereka (perusahaan) memberikan respon positif terkait dalam mengadakan
kolaborasi, untuk program RBPK," kata Sunggono kepada Poskotakaltimnews
usai rapat evaluasi.
Lanjut dia, masih ada sebagian perusahaan
yang belum tergabung pada program RBPK, namun pemerintah daerah memberikan
deadline kepada mereka dalam menyampaikan komitmennya, untuk bisa ikut program
RBPK.
"Pada program RBPK tesapat 13 bagian dan
sasaran yang sudah ditetapkan, di wilayah kerja mereka. Diharapkan perusahaan
dapat mengambil bagian dari program tersebut," ungkapnya.
Dirinya juga berharap, apa yang telah
disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo, pada 2024 paling tidak bisa 0 persen
kemiskinan ekstrem atau bahkan bisa menurunkan angka kemiskinan lainnya.
Sementara itu Kepala Bappeda Kukar Vanessa
Vilna menuturkan, sebanyaj 76 perusahaan yang sudah mendaftar pada program
RBPK, namun hanya ada 31 perusahaan dari 76 tersebut yang turut berpartisipasi
pada program RBPK.
"Rapat evaluasi hari ini yang menjadi
sasaran targetnya yakni, 45 perusahaan tersebut agar turut berpartisipasi pada
program RBPK, kita ingin tahu kenapa mereka tidak turut berpartisipasi, apakah
mengalami kendala atau seperti apa," ucap Vanessa Vilna.
Ia juga menyebutkan, pada program RBPK
terdiri dari 13 bagian, diantaranya program perbaikan rumah, sanitasi, air
bersih, pondok pangan etam, nyaman bejukut, pendidikan keabsarahan dasar,
kecakapan hidup, bantuan alat disabilitas, bantuan pangan, dan lainnya.
"Jadi di aplikasi ini sudab ditetapkan kriteria penyasaran dari masing masing program, yang disepakati antara tim penangulang kemiskinan, dan perangkat daerah pengampul, sasaran program tersebut akan diberikan kepada pihak perusahaan agar mereka dapat memilih program bagian apa yang mereka inginkan," sebutnya.
Sementara jumlah masyarakat yang disasar pada
13 program tersebut terdiri dari sekitar 62 ribu keluarga. Namun masyarakat
yang disasar tersebut akan diverifikasi kembali, apakah masuk kategori
masyarakat miskin ekstrem atau tidak.
"Sesuai perintah dari Presiden Joko
Widodo, bahwa pada 2024 sudah 0 persen masyrakat miskin ekstrim,"
pungkasnya.(riz)